Ketika Pemula Bicara Cinta
Aku percaya bahwa hidup yang dilalui tanpa cinta adalah hidup yang tak pantas untuk dimiliki. Moderatnya zaman telah membuat kita semua kehilangan makna akan hakikat mencintai. Hari ke hari manusia makin disibukkan dengan alur kompetisi-kompetisi, dirumitkan dengan kehidupan layaknya seperti mesin, tanpa sadar bahwa hidup yang tersaji baginya tak lebih dari sekedar bayangan semu belaka.
Beberapa dari kita memilih untuk mencintai lewat jalan pacaran, yang selalu dimulai dengan tahap pdkt-an. Ada yang cukup nyaman mencintai dengan posisi sebatas teman, dan ada yang digantung dalam status walaupun hati saling mencinta. Bagiku, tak ada yang salah selagi kita tidak memanfaatkan "cinta", dan lantas kemudian mengisinya dengan dialog-dialog kosong bullshit-an khas quotes-quotes anak senja.
Percaya tak percaya, hidup akan selalu lebih rumit jika dipikirkan, namun akan lebih hancur jika selalu disepelekan. Buktinya, tak terhitung banyaknya nyawa melayang akibat diputus cinta yang terlalu dipikirkan. Bukti kedua dan paling parah, hidupmu hampa, tanpa rasa akibat menyia-nyiakan kesempatan mencintai. Cinta bukanlah hal yang kabur apalagi semu, cinta itu nyata! bagi orang-orang yang dikehendakinya.
Engkau tak pernah tau bagaimana cinta dapat memihak pada dirimu jika kau hanya memikirkannya tanpa celah dalam menikmati. Cinta adalah ruang untuk mengasihi. Bagaimana dirimu dapat merasakan nikmatnya bakso dikala hujan mendera jika kau terlalu memikirkan tepat atau tidaknya memakan bakso tersebut. Kau hanya bisa merasakan, hanya jika dirimu berani untuk mengangkat sendok dan mulai memakannya suap demi suap.
Di titik ini aku kembali bingung untuk kesekian ratus kalinya. Mengapa jika membahas cinta, aku selalu tak menemukan ujungnya? apa aku kurang menikmati?

Komentar
Posting Komentar