Tanah Terjauh
"Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China", terdengar familiar? yaa, kalimat pendek yang santer terdengar sewaktu kita berada di bangku sekolah. Pun saat ini, saya berada dalam kepungan ombak menuju sana. Tak membunuh memang, tapi sudah menenggelamkan diri ini berkali-kali! Sekarang saya mengerti mengapa ada pepatah semacam itu di dunia ini. Seperti kata seorang teman, kita ditentukan bukan dari seberapa jauh kaki ini melangkah, tapi bagaimana cara kita melangkah. Negeri China memang belum nampak sejauh penglihatan didepan, karena semua hanya imajinasi belaka; tersimpan dalam pikiran yang dibungkus tekad. Perjalanan ini seperti tiada hentinya, saya menelan kesendirian mentah-mentah, berulang kali. Tidak ada tempat yang lebih jauh daripada jalan pergi dari rumah. Bahkan langkah pertama adalah bagian paling berat, seumpama menarik kulit dari tulangnya. But, here you go. Selalu ada tempat untuk mengenang hal-hal indah, berjalan dengan kaki terkuat, melihat dengan mata yang sayu, ...