Bukan tentang Hitam atau Putih

 

Setelah sekian lama purnama, aku menemukan beraneka pandangan yang berbeda untuk satu persoalan yang sama. Ada beberapa dari mereka yang tetap memiliki tujuan dan selalu merencanakan segala sesuatunya, ada pula dari mereka yang menjalani hidup layaknya air mengalir. Ada yang pesimis, ada pula yang mencoba untuk optimis.

Satu hal baru yang aku pahami, bahwa hidup tak hanya hitam dan putih, tak hanya antara yang bermoral dan sundal. Tak hanya tentang menjalani dengan perencanaan ataupun tidak. Tapi hidup penuh dengan warna yang berbeda-beda. Dari situ aku belajar secara mandiri untuk memilih pendapat atau warna mana yang lebih logis untuk diikuti, atau bahkan justru aku akan menemukan pandanganku dan warnaku sendiri.

Proses panjang mengajariku kemandirian dalam berpikir, keberanian dalam bersikap dan berpendapat, serta kemampuan untuk berbuat dan bertanggung jawab atau segala konsekuensinya. Ini memberiku sedikit tamparan, bahwa hidup adalah soal menjadi diri sendiri.

Hidup butuh pengandaian, bukan pengabaian.

Rerata manusia mulai menjadi egois karena terlalu mencintai dirinya sendiri. Sebuah bias yang sering tidak disadari manusia. Ia mencintai dengan selebih batasnya, sehingga terlampau mempertahankan dirinya sendiri.

Keengganan rasa untuk disakiti kembali menjadi tujuan dan alasan mengapa manusia sering berlaku ego. Ia sering merasa bahwa pilihannya adalah yang paling benar, bahwa mempercayai logika lebih baik daripada menaruh kepercayaan kepada manusia yang akhirnya malah berujung kesalahan. Ia tak sadar, ada ruang abu-abu yang menjadi penyeimbang disaat kita melihat kembali ke dalam hati, apa yang benar-benar kita rasakan.

Sekali lagi, ini bukan tentang hitam atau putih, bukan tentang salah atau benar.

Pemakaian kata “aku” dalam tulisan ini adalah bentuk kesengajaan, harapku kata “aku” menjadi pelunak diatas kerasnya ego, layaknya air hujan yang menitik dan bisa membekas di batu yang keras.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanah Terjauh

Jakarta

It's The End as Well as The Beginning