Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Naluri Politik Dinasti Sebenarnya Sudah Lebih Dulu Ditempa Dalam Kampus

Gambar
Sepertinya pejabat kita terlalu berlebihan dalam memakai falsafah kekeluargaan hingga tak sadar dalam telah membawanya jauh ke dalam opsi-opsi politik yang ia perbuat. Bukan hanya sekedar falfasah keluarga lagi, tapi sampai-sampai sudah membawa keluarga sendiri. Falsafah yang sangat dimaknai, salut emang. Masalahnya, falfasah luar biasa tersebut membuat orang-orang seperti saya, kamu dan kebanyakan dari kita sangat minim kesempatan untuk bergabung ke dalam per-politikan. Jaman sekarang emang kental banget sama prinsip kekeluargaan. Jangankan untuk menjadi anggota Dewan Prank Rakyat, jadi ketua Rukun Tetangga aje kita diharuskan bersaing dengan sanak family beserta jaringan-jaringan tongkrongan ketua RT yang lama. Sempitnya peluang orang awam untuk menjabat karena diharuskan bersaing dengan keluarga maupun teman-teman konkownya ini telah memicu konflik berkepanjangan dalam berbagai segmentasi persaingan politik, mulai dari persaingan untuk menjadi ketua RT sampai Presiden. Kon...

Pelajaran Berharga Saat Jadi Pekerja Survei Politik

Gambar
    Lembar acak “per-survei-an” beberapa waktu lalu mengantarkan saya pada seorang Ibu paruh baya. Seperti responden-responden pada umumnya, sepasang mata penuh curiga sudah diperlihatkan tatkala ia melihat lembar bertuliskan kata “politik”. Entah kesan apa yang menghantui blio sampai membuat pupil matanya membesar ketakutan. Blio nampak makin gugup saat melihat gambar orang-orang besar yang biasa ia lihat di billboard, spanduk-spanduk besar hingga kantong-kantong beras, namun sekarang bermanifestasi dalam bentuk kertas seukuran lembar resep obat yang biasa digunakan orang-orang sakit saat ke apotek. “Ibuk enggak mengerti politik nak, Ibuk hanya bekerja ke sawah”. Artikulasi kalimatnya begitu mengindikasikan kecemasan yang teramat dalam dan tergambar jelas dalam raut wajah yang mulai keriput itu. Prasangka saya semakin kuat setelah ia menimpali lagi dan bertanya, “Apakah Ibuk nantinya akan berurusan dengan Polisi nak?” Sepertinya kehadiran saya telah membuat wanita paruh...

Ketika Pemula Bicara Cinta

Gambar
 Aku percaya bahwa hidup yang dilalui tanpa cinta adalah hidup yang tak pantas untuk dimiliki . Moderatnya zaman telah membuat kita semua kehilangan makna akan hakikat mencintai. Hari ke hari manusia makin disibukkan dengan alur kompetisi-kompetisi, dirumitkan dengan kehidupan layaknya seperti mesin, tanpa sadar bahwa hidup yang tersaji baginya tak lebih dari sekedar bayangan semu belaka. Beberapa dari kita memilih untuk mencintai lewat jalan pacaran, yang selalu dimulai dengan tahap pdkt-an. Ada yang cukup nyaman mencintai dengan posisi sebatas teman, dan ada yang digantung dalam status walaupun hati saling mencinta. Bagiku, tak ada yang salah selagi kita tidak memanfaatkan " cinta ", dan lantas kemudian mengisinya dengan dialog-dialog kosong bullshit-an khas quotes-quotes anak senja. Percaya tak percaya, hidup akan selalu lebih rumit jika dipikirkan, namun akan lebih hancur jika selalu disepelekan. Buktinya, tak terhitung banyaknya nyawa melayang akibat diputus cinta yang t...