Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Membangun Manusia Literat

Gambar
Dunia sedang berada dalam gelombang  globalisasi yang mengubah wajah peradaban dengan  begitu  pesat. Pencanangan segala macam  era dicantumkan beragam, mulai dari era millenial,  pengenalan  generasi Z,  hingga era revolusi 4.0 yang begitu sering diperbincangkan akhir-akhir ini. Tak jarang  sering terjadi kompetisi agar bisa menguasai pangsa-pangsa yang memang dibutuhkan  di era perkembangan teknologi digital seperti saat sekarang ini.   Suka atau tidak suka, perubahan yang terjadi pasti memiliki dampak terhadap  gaya hidup maupun pola pikir setiap individu dalam menjalani kegiatannya sehari-hari. Individu ataupun suatu golongan telah banyak meninggalkan berbagai cara pemikiran kolot yang dahulu  dilakukan namun tidak lagi relevan dengan waktu sekarang. Seperti halnya dahulu orang berkomunikasi jarak jauh dengan surat sekarang sudah memakai handphone . Dulu orang-orang berpikir  bagaimana menciptakan sekarang pola pikir b...

Human Capital di Era Transisi

Gambar
   Tran sformasi perkembangan teknologi  begitu pesat  hingga  memaksa Negara Indonesia untuk bersikap cepat tanggap mengantisipasi keguguran dalam memetik hasil dari peluang perkembangannya .  Dan cara paling mendasar serta bentuk konkritisasinya ialah dengan membangun modal manusia (Human Capital) sebagai sarana awal memberdayakan modal manusia (Social Capita) sehingga membentuk status pemberdayaan masyarakat yang berkualitas dan mampu memetik hasil di era transisi. Namun pada proses penerapan serta kepastian regulasi mengenai hal tersebut belum mendapatkan angin segar sehingga pemerintah dipaksa memutar otak untuk menganalisis permasalahan itu kembali, salah satunya dengan cara optimalisasi komunikasi dan advokasi kebijakan. ​ Karta Sasmita (1996:72) menyebutkan bahwa pemberdayaan masyarakat sebagai suatu strategi dalam pembangunan nasional berorientasi pada pemberian kesempatan kepada setiap anggota masyarakat untuk dapat ikut serta dalam proses pembang...

Politik Kampus : Antara Idealis dan Opurtunis

Gambar
"Kampus adalah sarang para intelektual. Ia membuka diri untuk lebih mengenal dunia yang lebih luas, bukan mempersempit jiwa dengan hasrat nafsu semata. Pemaknaan kampus lebih pada pemaknaan ide-ide konstruktif, bukan menjual ide demi memuaskan ego pribadi maupun golongan" ​ Sejatinya politik kampus adalah bentuk manifestasi dari presentasi pergerakan mahasiswa. Politik kampus ibaratkan bangunan yang tinggi dan besar, setiap batu batanya dibangun dari  ruang-ruang pemikiran, remah-remah perasaan, orientasi musyawarah mufakat yang berlapis pada proses, di dalamnya ada berjuta pengalaman yang menambah kaya pengetahuan. Politik kampus kaya akan ilmu kompetensi yang menambah branding tersendiri bagi diri mahasiswa. Tempat dimana pertaruhan maupun pertarungan pemikiran ideologi terjadi secara natural dan kompetitif yang begitu ketat. Disana ia melahirkan tokoh-tokoh besar perubahan, para teknokrat handal, hingga pribadi dengan vokasi keilmuan yang unggul. Mengurai  Kontestasi Pola ...

Pemikiran Kritis Post-Strukturalis (Michel Foucault)

Gambar
Sekilas tentang “Kepastian” "Kepastian merupakan jaminan. Namun, kepastian bisa juga berisiko menjadi kemapanan dan kemandhegan". Kepastian bisa menjadi kebenaran yang tak mau diganggu gugat dan bersifat dogmatis. a. Kekuasaan melahirkan Anti-Kekuasaan Membaca mekanisme dan teknik kekuasaan. Quotes “Kekuasaan itu memesona. Orang rela menderita demi kekuasaan” Foucault mempelajari kekuasaan dengan cara menekuni kertas-kertas (arsip) tua tentang orang gila, seksualitas, penjara, juga terlibat dalam berbagai gerakan, namun bukan demi kekuasaan, melainkan untuk memahami kekuasaan. Di akhir buku Foucault Surveiller et punir (1975) ia mengatakan, ”kekuasaan yang menormalisir” tidak  hanya terjadi di dalam penjara, tetapi juga beroperasi melalui mekanisme- mekanisme sosial yang dibangun untuk menjamin kesehatan, penngetahuan dan kesejahteraan. Penelitian modern Foucault berfokus pada kekuasaan- pengetahuan. Pendekatan ini tidak jauh dari pemikiran Nietzche, bahwa semua keinginan u...