Kebahagiaan Fana, Kesedihan Abadi
Banyak orang berkata, "Ga perlu dipikirin, yang penting lo bahagia aja dulu". Pertanyaan besarnya, bagaimana saya bisa memetakan kebahagiaan yang sering terputus dari realitas? apa ia benar-benar ada? atau kita sebagai manusia yang hanya berusaha mencari pembenaran atas keberadaannya?
Dunia bergerak sangat cepat, seperti berlari tanpa henti. Saya merasa dibawa hanyut ke dalam derasnya aliran pergerakan itu. Mau tidak mau, seperti tertarik semacam daya magnet untuk terus melaju. Di satu persimpangan saya sempat kebingungan, apa dunia memang diciptakan untuk dilalui seperti ini? banyak pertanyaan-pertanyaan absurd berserakan di pinggiran kepala, mereka asyik nongkrong sambil mengejek dan mencemooh saya.
Saat berjumpa dengan momen yang kalau dalam banyak pandangan disebut sebagai momen bahagia, saya malah mencari-carinya. Ia ternyata datang sesaat, cepat, lalu menghilang.
Kesendirian sepertinya menjelaskan bahwa yang abadi hanyalah kesedihan, saat malam menyapa, ia datang, selalu saja. Ia bersemayam dalam pikiran, hati, namun seringkali bersembunyi dikeramaian.
Saya ingin menjelaskan lebih banyak, saya akan merapalnya bagian per bagian.
Selamat malam.
Komentar
Posting Komentar