Cinta itu Seperti Ikan Badut dan Anemon Laut
Cinta menjadi satu-satunya kata-kata mujarab yang kalau
boleh dibilang-menjadi penjelas dari alasan mengapa dua manusia menjalani
ikatan dalam hubungan. Nyatanya cinta tidak semudah kata-kata yang lancar
terucap dari mulut ketika seseorang sedang kasmaran. Banyak orang yang
mengatasnamakan cinta untuk berbuat kasar, memaki, main fisik, bahkan lebih
buruk lagi, saling membunuh. Tidak jarang cinta menjelma menjadi tragedi saat
berada di tangan manusia-manusia bodoh yang berpikir mereka telah melakukan
sesuatu dengan benar karena mereka cinta, alih-alih benar, mereka hanya
mempertontonkan kebodohan terburuk; orang bodoh yang tidak tahu bahwa mereka
benar-benar bodoh.
Sedangkan jika berada di zona sebaliknya, kebahagiaan.
Cinta bahkan juga bisa berubah menjadi joker kesengsaraan. Jika saja pembaca
sering membaca atau mendengar, ada sebuah kalimat yang mengatakan, “kalau penawaran tertentu terdengar sangat
menarik, hati-hati karena biasanya itu tidak benar”. Yaps, persis dengan
cinta. Janji-janji manis adalah pelumas dalam hubungan percintaan yang tanpa
sadar sering menjadi pelumas licin yang menjatuhkan. Cinta yang menggebu-gebu
lambat laun akan hilang, sebagaimana api yang dengan cepat mengubah kayu
menjadi arang lalu abu.
Singkat kata, saya setuju bahwa cinta dalam konteks
perasaan cukuplah cinta itu berada di jalur tengah (abu-abu) namun dalam tindakan harus selalu jelas berpihak pada
salah satu sisi (hitam atau putih). Dengan
analogi lain saya menyebut cinta itu seperti halnya hubungan ikan badut dan
anemon laut. Ikan badut yang hidup disekitar anemon laut akan memakan alga dan
berbagai hewan invertebrata kecil yang bisa membahayakan kelangsungan hidup
anemon laut, sebaliknya, ikan badut yang hidup diantara tentakel anemon laut
dapat melindungi dirinya dari predator. Dalam kajian biologi, hubungan tersebut
diistilahkan dengan sebutan simbiosis
mutualisme.
Saya secara pribadi kurang setuju dengan terminologi yang
berbunyi “cinta apa adanya”. Cinta sendiri adalah tentang kekaguman, tentang
pertumbuhan. Cinta ialah pendorong konsistensi bagi dua insan untuk mencapai sisi
terbaiknya masing-masing. Cinta apa adanya hanyalah bualan bagi anak muda yang
awam akan logika perasaan. Cinta itu mengenalkan sisi baru dalam melampaui
batas-batas diri-dalam konteks positif. Cinta adalah ikan badut dan anemon
laut.

Komentar
Posting Komentar