Postingan

Naluri Politik Dinasti Sebenarnya Sudah Lebih Dulu Ditempa Dalam Kampus

Gambar
Sepertinya pejabat kita terlalu berlebihan dalam memakai falsafah kekeluargaan hingga tak sadar dalam telah membawanya jauh ke dalam opsi-opsi politik yang ia perbuat. Bukan hanya sekedar falfasah keluarga lagi, tapi sampai-sampai sudah membawa keluarga sendiri. Falsafah yang sangat dimaknai, salut emang. Masalahnya, falfasah luar biasa tersebut membuat orang-orang seperti saya, kamu dan kebanyakan dari kita sangat minim kesempatan untuk bergabung ke dalam per-politikan. Jaman sekarang emang kental banget sama prinsip kekeluargaan. Jangankan untuk menjadi anggota Dewan Prank Rakyat, jadi ketua Rukun Tetangga aje kita diharuskan bersaing dengan sanak family beserta jaringan-jaringan tongkrongan ketua RT yang lama. Sempitnya peluang orang awam untuk menjabat karena diharuskan bersaing dengan keluarga maupun teman-teman konkownya ini telah memicu konflik berkepanjangan dalam berbagai segmentasi persaingan politik, mulai dari persaingan untuk menjadi ketua RT sampai Presiden. Kon...

Pelajaran Berharga Saat Jadi Pekerja Survei Politik

Gambar
    Lembar acak “per-survei-an” beberapa waktu lalu mengantarkan saya pada seorang Ibu paruh baya. Seperti responden-responden pada umumnya, sepasang mata penuh curiga sudah diperlihatkan tatkala ia melihat lembar bertuliskan kata “politik”. Entah kesan apa yang menghantui blio sampai membuat pupil matanya membesar ketakutan. Blio nampak makin gugup saat melihat gambar orang-orang besar yang biasa ia lihat di billboard, spanduk-spanduk besar hingga kantong-kantong beras, namun sekarang bermanifestasi dalam bentuk kertas seukuran lembar resep obat yang biasa digunakan orang-orang sakit saat ke apotek. “Ibuk enggak mengerti politik nak, Ibuk hanya bekerja ke sawah”. Artikulasi kalimatnya begitu mengindikasikan kecemasan yang teramat dalam dan tergambar jelas dalam raut wajah yang mulai keriput itu. Prasangka saya semakin kuat setelah ia menimpali lagi dan bertanya, “Apakah Ibuk nantinya akan berurusan dengan Polisi nak?” Sepertinya kehadiran saya telah membuat wanita paruh...

Ketika Pemula Bicara Cinta

Gambar
 Aku percaya bahwa hidup yang dilalui tanpa cinta adalah hidup yang tak pantas untuk dimiliki . Moderatnya zaman telah membuat kita semua kehilangan makna akan hakikat mencintai. Hari ke hari manusia makin disibukkan dengan alur kompetisi-kompetisi, dirumitkan dengan kehidupan layaknya seperti mesin, tanpa sadar bahwa hidup yang tersaji baginya tak lebih dari sekedar bayangan semu belaka. Beberapa dari kita memilih untuk mencintai lewat jalan pacaran, yang selalu dimulai dengan tahap pdkt-an. Ada yang cukup nyaman mencintai dengan posisi sebatas teman, dan ada yang digantung dalam status walaupun hati saling mencinta. Bagiku, tak ada yang salah selagi kita tidak memanfaatkan " cinta ", dan lantas kemudian mengisinya dengan dialog-dialog kosong bullshit-an khas quotes-quotes anak senja. Percaya tak percaya, hidup akan selalu lebih rumit jika dipikirkan, namun akan lebih hancur jika selalu disepelekan. Buktinya, tak terhitung banyaknya nyawa melayang akibat diputus cinta yang t...

Merindu Jua

Gambar
  Pernah jiwa kita berjanji Seperti hidup tak kan pernah mati Senyum mu menawan meraba nuraniku Engkau goyahkan tulang rusukku Kau getarkan hati kecilku Waktu begitu cepat berlalu Dekat terasa begitu jauh Sering terasa begitu jarang Seperti angan megelabui akal Aku begitu buta dalam cahayamu Begitu lumpuh dalam jalanmu Upaya hanya akan tinggal cerita Ada seorang anak muda dikoyak rindu Lentera malam akan jadi saksi Betapa suci derita rindu ini Yang terpampang jelas dalam bait-bait do’a Air mataku berlinang begitu kering Banyak jawaban yang telah ku terima Banyak pelajaran yang telah ku petik Bahwa cinta bukan tentang memaksa Mengikhlaskan adalah puncak tertinggi Sekarang ku tau aku tampak begitu kecil Begitu kotor dalam kesucianNya Kalimatku begitu kumuh Tampilanku bak preman berlinang dosa Aku malu pada semesta Aku malu merindu padaNya

Membangun Manusia Literat

Gambar
Dunia sedang berada dalam gelombang  globalisasi yang mengubah wajah peradaban dengan  begitu  pesat. Pencanangan segala macam  era dicantumkan beragam, mulai dari era millenial,  pengenalan  generasi Z,  hingga era revolusi 4.0 yang begitu sering diperbincangkan akhir-akhir ini. Tak jarang  sering terjadi kompetisi agar bisa menguasai pangsa-pangsa yang memang dibutuhkan  di era perkembangan teknologi digital seperti saat sekarang ini.   Suka atau tidak suka, perubahan yang terjadi pasti memiliki dampak terhadap  gaya hidup maupun pola pikir setiap individu dalam menjalani kegiatannya sehari-hari. Individu ataupun suatu golongan telah banyak meninggalkan berbagai cara pemikiran kolot yang dahulu  dilakukan namun tidak lagi relevan dengan waktu sekarang. Seperti halnya dahulu orang berkomunikasi jarak jauh dengan surat sekarang sudah memakai handphone . Dulu orang-orang berpikir  bagaimana menciptakan sekarang pola pikir b...