Postingan

Belajar Prinsip Kesetiaan

Gambar
  Di suatu sore menjelang maghrib tepat sehari sebelum Ummat Islam mulai menunaikan ibadah dibulan puasa, aku sekaligus kedua orangtuaku pergi berkunjung ke Panti Asuhan Tunas Bangsa di Kotaku, Kota Solok. Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, kunjungan layaknya seperti ini seringkali disebut “manjalang” bagi menantu yang pergi bersilaturrahmi dan berkunjung ke rumah mertuanya. Namun bagiku kunjungan ini lebih dari sekedar ajang silaturrahmi, sebuah refleksi mendalam akan kenangan masa kecil dimana lebih dari 5 tahun aku tumbuh dan besar dibawah tangan dingin sepasang suami-istri yang berikhlas diri merelakan sebahagian besar hidupnya untuk mengurus anak yatim berpuluh-puluh tahun lamannya. Kesibukan pekerjaan kedua orangtua membuat masa kecilku lebih banyak dibentuk oleh perempuan berhati selembut sutera seputih salju, aku mengenalnya dengan panggilan “Ibuk Panti”. Tak lupa, seorang lelaki tangguh, terkenal dengan prinsip dan kedisiplinannya, aku memanggilnya “Pak Bon”. ...

Tentang Rasa Syukur

Gambar
Malam itu cuaca cerah sekali. Bulan dan bintang merekah bergantungan indah di langit. Sama cerahnya dengan hati dua orang kakak beradik yang beranjak kesana kesini melompat-lompat riang seperti tanpa beban. Kebetulan saya duduk bertiga dengan dua orang kawan tepat di pelataran yang sepertinya khusus disediakan untuk orang-orang yang ingin santai sejenak melepas kepenatan dikawasan pedestrian daerah Khatib Sulaiman Kota Padang, tempat biasa kami berbagi cerita dikala tak tahu lagi kemana kaki akan melangkah. Melihat kegirangan anak kecil tadi yang lewat mondar mandir persis dibelakang kami, lantas kawan saya langsung menyerobot memanggil dan menanyakan pendidikannya. Dari situ kami tahu ternyata ia baru saja menginjakkan kaki di Sekolah Dasar, ya bocah itu berlatar belakang pendidikan kelas 1 SD. Dari kejauhan, tadinya kami melihat bocah mungil itu mamasukkan plastik-plastik bekas minuman ke dalam kantong goni yang besarnya hampir sama dengan badannya sendiri. Semangatnya luar b...

Naluri Politik Dinasti Sebenarnya Sudah Lebih Dulu Ditempa Dalam Kampus

Gambar
Sepertinya pejabat kita terlalu berlebihan dalam memakai falsafah kekeluargaan hingga tak sadar dalam telah membawanya jauh ke dalam opsi-opsi politik yang ia perbuat. Bukan hanya sekedar falfasah keluarga lagi, tapi sampai-sampai sudah membawa keluarga sendiri. Falsafah yang sangat dimaknai, salut emang. Masalahnya, falfasah luar biasa tersebut membuat orang-orang seperti saya, kamu dan kebanyakan dari kita sangat minim kesempatan untuk bergabung ke dalam per-politikan. Jaman sekarang emang kental banget sama prinsip kekeluargaan. Jangankan untuk menjadi anggota Dewan Prank Rakyat, jadi ketua Rukun Tetangga aje kita diharuskan bersaing dengan sanak family beserta jaringan-jaringan tongkrongan ketua RT yang lama. Sempitnya peluang orang awam untuk menjabat karena diharuskan bersaing dengan keluarga maupun teman-teman konkownya ini telah memicu konflik berkepanjangan dalam berbagai segmentasi persaingan politik, mulai dari persaingan untuk menjadi ketua RT sampai Presiden. Kon...

Pelajaran Berharga Saat Jadi Pekerja Survei Politik

Gambar
    Lembar acak “per-survei-an” beberapa waktu lalu mengantarkan saya pada seorang Ibu paruh baya. Seperti responden-responden pada umumnya, sepasang mata penuh curiga sudah diperlihatkan tatkala ia melihat lembar bertuliskan kata “politik”. Entah kesan apa yang menghantui blio sampai membuat pupil matanya membesar ketakutan. Blio nampak makin gugup saat melihat gambar orang-orang besar yang biasa ia lihat di billboard, spanduk-spanduk besar hingga kantong-kantong beras, namun sekarang bermanifestasi dalam bentuk kertas seukuran lembar resep obat yang biasa digunakan orang-orang sakit saat ke apotek. “Ibuk enggak mengerti politik nak, Ibuk hanya bekerja ke sawah”. Artikulasi kalimatnya begitu mengindikasikan kecemasan yang teramat dalam dan tergambar jelas dalam raut wajah yang mulai keriput itu. Prasangka saya semakin kuat setelah ia menimpali lagi dan bertanya, “Apakah Ibuk nantinya akan berurusan dengan Polisi nak?” Sepertinya kehadiran saya telah membuat wanita paruh...