Nasehat Cinta, Hidup dan Kematian dari Tragedi Kematian si Kumbang
Malam itu cuaca sedikit mendung. Bintang-bintang bersembunyi dibalik gumpalan awan kelabu. Sama seperti perutku yang begah menggumpal setelah kalap melahap menu berbuka puasa tadi. Berbekal niat dan tenaga yang tersisa, aku langsung berwhudu dan memakai starterpack atau istilah gaulnya “OOTD” untuk Tarawihan ke Masjid. Dengan berjalan kaki, aku menempuh Masjid yang berjarak 50-an meter dari rumah. Lumayan, bisa membakar beberapa kalori berlebih sehabis berbuka tadi. Selepas menunaikan sholat Isya, aku menggeser posisi duduk sedikit ke belakang dari shaf pertama mengikuti jemaah yang lain. Jika diperhatikan lagi, ternyata spekulasi Ustadz diawal bulan Ramadhan lalu yang mengatakan makin hari makin ke ujung, jamaah Masjid akan menghilang satu per satu. Komposisi jamaah saat itu didominasi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu paruh baya. Hanya 2 orang yang sepantaran dengan umurku. Sedikit ironis, terlebih di tanah Minangkabau dimana sangat santer terkenal dengan agama dan ad...