Tidur yang Terjaga
Malam itu, hari Jum'at. Badanku letih menjadi-jadi. Aku pulang ke rumah, zona berkontemplasi-ku, sehabis bermain hampir seharian di luar. Gelak tawa, saling curhat, sesekali serius, dan banyak berbasa-basi. Semacam irama konstan yang sering aku mainkan berminggu-minggu ke belakang. Di rumah telah menunggu kedua orangtuaku. Mereka berdua sangat perhatian, isi log panggilan handphone ku didominasi oleh nama-nama "Mama & Papa", lengkap dengan emoticon love merah pekat di belakangnya. Aku beruntung, mereka amat perhatian. Setidaknya notif whatsapp -ku masih sering muncul layaknya pacar posesif yang meneror cowok mereka tiap kali si cowok keluar nongkrong bersama temannya. Hari itu adalah hari ke delapan pasca papa operasi hernia. Belum pulih sepenuhnya, berjalan saja masih terlihat sesekali sempoyongan . Mama merawat papa dengan cara yang amat telaten, selalu siaga 24 jam. Cara mencintai yang amat tulus, ucapku acapkali dalam hati. Aku beberes dan bersih-bersih lalu ba...